Bagian 3 β SSH ke VM Β· Langkah 12 dari 38
Install & Aktifkan SSH Server
sshd adalah 'penjaga pintu port 22' β pasang, nyalakan, lalu verifikasi.
Apa yang sebenarnya kita pasang
SSH (Secure Shell) = protokol untuk mengontrol komputer jarak jauh lewat terminal yang terenkripsi. Yang kita pasang di VM adalah SSH server (openssh-server, programnya bernama sshd) β pihak yang *melayani* koneksi masuk. Client-nya (ssh) sudah ada di laptopmu. Ingat fondasi Bagian 0: server = program yang mendengarkan di sebuah port. SSH server mendengarkan di port 22.
Langkah-langkah (ketik di terminal DALAM VM)
$sudo apt update && sudo apt install -y openssh-serverpasang paket SSH server
$sudo systemctl enable --now sshenable = auto-start saat boot; --now = langsung start sekarang juga
$sudo systemctl status sshverifikasi β cari tulisan hijau 'active: active (running)'
systemctl mungkin terdengar asing β untuk sekarang, ikuti saja resepnya: enable membuat service hidup lagi otomatis setiap VM boot, --now langsung menjalankannya tanpa perlu reboot. Bedah tuntas systemd/systemctl ada di Bagian 5 (step 19), dan chatbot bisa menjelaskannya kapan pun.
Bukti listen
$sudo ss -tlnp | grep :22tampilkan socket TCP yang LISTEN di port 22
Output seperti LISTEN 0 128 *:22 *:* users:("sshd"...)) adalah bukti 'pintu 22 sudah dijaga'. Baris *:22 artinya menunggu koneksi dari interface mana pun.
β Tanda berhasil β centang kalau sudah kamu lihat/buktikan sendiri
Tombol βlanjutβ terbuka setelah semua tercentang β bukan hukuman, tapi jaring pengaman: pastikan step ini benar-benar beres sebelum menumpuk step berikutnya di atasnya.
Lagi bermasalah?
Unit ssh.service could not be found
Paketnya belum terinstall (install mungkin gagal karena internet VM bermasalah β cek lagi Bagian 2). Nama unit di Ubuntu adalah ssh (bukan sshd), tapi kalau ragu coba systemctl status sshd juga β keduanya mengarah ke service yang sama di sebagian besar instalasi.